ENNY ARROW DAN REPUBLIK YANG MEMBACA DIAM-DIAM
Enny Arrow bukan sekadar nama legendaris dari dunia stensilan bawah tanah. Ia adalah arsip gelap tentang Indonesia: tentang kios sewa, Pasar Senen, terminal, komik silat, roman picisan, sensor Orde Baru, dan masyarakat yang lebih suka membungkam tubuh daripada memahaminya. Tulisan ini membaca Enny Arrow bukan sebagai sensasi murahan, melainkan sebagai gejala budaya, politik, dan ekonomi: hasil dari pertemuan antara larangan, rasa ingin tahu, pasar rakyat, dan kemunafikan moral yang keras ke bawah tetapi sering lunak ke atas. Dari era kios, loper koran, dan stasiun hingga zaman algoritma, buku ini menelusuri bagaimana republik diam-diam membaca dirinya sendiri dari lorong-lorong yang tak pernah masuk panggung resmi.